Memadukan Marchingband dan Kesenian Daerah

Marchingband merupakan sebuah klub atau sekelompok orang yang memainkan peralatan musik perkusi, pit, melodi dan brass (alat musik tiup) secara bersama-sama. Biasanya pertunjukan marchingband dapat kita jumpai pada festival atau karnaval tertentu. Mengingat peralatan musik yang  digunakan dalam pertunjukan marchingband biasanya dilakukan di dalam lapangan, baik indoor ataupun outdoor.

Dalam perkembangannya pertunjukan marchingband mengadaptasi dari berbagai sumber inspirasi. Misalnya memadukan pertunjukan marchingband dengan unsure – unsure tertentu agar menghasilkan pertunjukan atau perform yang luarbiasa.

Pandangan lainnya berasal dari James R. Wells yang menawarkan jika Marching band merupakan sebuah “estetika” karena marching band memadukan unsur harmonisasi pendengaran dan elemen visual, serta mengikutsertakan karya intelektualitas dan emosional seorang pemusik dan koreografer. Dari unsur-unsur tersebut dapatlah dikatakan bahwa Marching Band adalah sebuah “estetika baris-berbaris.”

Pendapat lain dari Jerry H. Bilik, yang menyatakan bahwa marching band merupakan bentuk seni. Bilik memberikan pengakuan penuh dengan marching band sebagai SENI MEDIA. Pendapat ini didasarkan pada dua argumentasi, bahwa marching band adalah gabungan “seni-musik dan hiburan”. Menurut dia, Marching Band merupakan bagian dari proses pembelajaran siswa sebelum menjadi seorang musisi professional.

Saat ini dapat kita jumpai, pertunjukan drumband maupun marchingband memadukan dengan unsure estetika yang mengandung nilai seni daerah dimasyarakat. Sebagai contoh marchingband dapat menampilkan pertunjukan musik dengan mengadaptasi musik daerah sebagai inspirasi musiknya. Meskipun peralatan yang digunakan merupakan alat –alat marchingband namun hasil suara yang disajikan adalah suara musik khas daerah tertentu.

Selain penyajian musik yang mengadaptasi musik daerah, klub marchingband juga dapat berpartisipasi melestarikan budaya daerah. Yakni dengan menggemakan kembali musik-musik daerah dengan tampilan yang lebih modern, bisa juga memainkan peralatan musik daerah dengan musik marchingband dalam pertunjukan. Hal ini akan sangat mudah diterima masyarakat. Karena tampil lebih kekinian namun nilai klasik dank has masih bisa dirasakan. Terlebih ketika klub marchingband juga mau menampilkan keindahan visual dengan mengusung konsep kostum atau busana daerah. Ini bisa menjadi konsep yang bagus apabila klub marchingband mau menggunakannya.

Sifat musik yang fleksibel inilah yang memungkinan perpaduan anatara musik marchingband dengan kesenian daerah. Baik dari unsure musik maupun tampilan seni visual. Kreatifitas itu tanpa batas. Jadi kita dapat lakukan apapun namun harus tetap memperhatikan etika dan aturan-aturan yang berlaku jika ada, kreatifitas yang santun tentu akan menciptakan hasil yang dapat diterima oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *